Budidaya Magot Untuk Pakan Ternak Laba Selangit


Buat para peternak ikan, ayam, burung, iguana, tokek, atau hewan ternak lainnya, magot menjadi penyelesaian pakan ternak yang lebih hemat biaya, karena pelet mulai melambung tinggi di pasaran. Hal ini menciptakan budidaya magot semakin dikembangkan untuk pakan ternak alasannya menawarkan keuntungan selangit. Langkah-langkah dalam membudidayakannya pun tidak lah sukar. Selain gampang ditemukan dari alam, larva magot mampu didapatkan di tempat pembuangan buah-buahan yang sudah membusuk.





Mungkin budidaya magot terkesan menjijikkan, tetapi mampu membuat usahawan untung berkali-kali lipat. Umumnya, budidaya magot ini memakai larva dari jenis lalat yang besar berwarna hitam dan terlihat mirip tawon. Lalat ini dikenal sebagai Black Soldier Fly (BSF).





Adapun kelebihan dari magot BSF ini yaitu:





  • Tidak berbau bau mirip pakan lainnya.
  • Tidak jorok, gampang diambil dan disimpan.
  • Harga terjangkau dan sungguh irit.
  • Sangat sehat untuk pakan ternak.
  • Praktis dicerna oleh binatang ternak.
  • Proses budidaya gampang dan tidak ribet.
  • Tahapan panen jelas dan terorganisir.




Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa magot sangat sehat untuk pakan ternak alasannya adalah mengandung asam amino selaku sumber nutrisi zat yang diperlukan binatang ternak untuk tumbuh sehat dan berpengaruh.





Selain asam amino, kandungan gizi magot BSF ini mampu dilihat pada tabel berikut sesuai dengan hasil observasi maggotbsf.com.





(Sumber: Maggotbsf.com)




Baca Juga: Teknik dan Tips Budidaya Ikan Mas semoga Cepat Besar





Manfaat Budidaya Magot





Magot punya segudang manfaat mulai dari pakan ikan dan unggas. Belatung tersebut mampu disertakan ke pakan ternak atau mampu juga menjadi masakan langsung untuk hewan ternak. Magot juga berfungsi sebagai pengganti tepung ikan yang sangat bagus dalam bikinan pakan. Di samping itu, belatung ini juga dapat menjadi pupuk selaku produktivitas tumbuhan.





Baca Juga: Rahasia Sukses Cara Ternak Bioflok Lele untuk Pemula





Fase Metamorfosa Magot





BSF memiliki siklus dari larva menjadi lalat sampaumur. Fase metamorfosis ini dimulai dari telur, larva prepupa, pupa, dan lalat remaja. Siklusnya menyantap waktu sekitar 40 hingga 45 hari.





Lamanya fase tersebut terbilang singkat sehingga budidaya magot ini cukup prospektif, terlebih banyaknya peternak ikan mulai beralih dari pakan pelet menjadi magot. Karena harga pelet makin hari kian naik.





Tata Cara Budidaya Magot BSF untuk Kepentingan Bisnis





Meskipun terkesan gampang, budidaya larva BSF untuk skala bisnis memerlukan tenaga cukup, adalah sekitar 3 orang dari merawat hingga mengembangkan bisnis. Daripada berlama-lama, yuk simak sistem budidaya larva BSF atau magot berikut ini!





1. Persiapan Alat & Bahan





Bahan yang diperlukan untuk budidaya larva BSF ini yakni baskom, air seperlunya, EM4 atau Yakult, kantong plastik (lebih baik dibeli di toko alat-alat perkebunan), penyedap rasa (misal Royco), gula pasir, dan dedak.





2. Pembuatan Kandang





Kandang berfungsi sebagai daerah BSF memproduksi telur-telurnya. Telur inilah yang nantinya selaku bibit magot BSF. Ukuran wajar kandang yang dibuat yakni 2,5 m x 4 m x 3 m. Ukuran ini telah cukup dipakai untuk skala bisnis magot kecil hingga menengah dan mampu memuat sebanyak puluhan ribu larva. Namun, ukuran kandang ini juga mampu Anda sesuaikan dengan sebanyak dan sebesar apa bisnis magot BSF yang mau dijalani.





3. Menyiapkan Media Penetasan Telur





Untuk media penetasan telur, buatlah boks memakai kardus kecil atau tripleks. Kemudian jika telur telah menetas Anda bisa memindahkan eksklusif larvanya ke biopod sebagai media pembesaran. Jangan lupa pisahkan media penetasan dengan pembesaran di sangkar ya. Karena jikalau menyatu, telur akan mudah pecah balasan tertekan larva.





Perlu dimengerti, biopond merupakan daerah untuk membesarkan larva BSF yang dirangkai menggunakan kayu, PVC, dan dipenuhi oleh tanah gembur. Biopond terbagi menjadi 2 jenis, yaitu biopond umumyang tidak dilengkapi ramp (sebagai media memproduksi larva kecil), dan biopond yang mempunyai ramp (bidang miring) selaku jalur migrasi prepupa. Ukuran biopond ini bisa diubahsuaikan dengan jumlah telur yang menetas.





(Sumber: D3p0bla3numw14.cloudfront.net)




4. Tahap Pengembangbiakan Magot





Dalam proses pengembangbiakan magot, tindakan yang perlu dijalankan antara lain:





  1. Siapkan air 1 liter dan gula pasir 5 sendok, masukkan keduanya ke dalam ember.
  2. Siapkan dedak 5 kilogram dan penyedap rasa, lalu campurkan dengan air dan gula yang telah dilarutkan tadi.
  3. Tuang EM4 atau Yakult ke dalam bejana. Ukuran EM4 mampu satu tutup botol EM4, sementara untuk yakult bisa setengah botol atau satu botol.
  4. Aduk semua materi-materi tadi hingga tercampur rata.
  5. Siapkan kantong plastik yang mampu memuat 5 kg sampai 8 kg barang. Kemudian masukkan dedak yang sudah dicampur materi tadi ke dalam kantong plastik. Berikan sedikit udara di dalam kantong plastik dengan cara jangan diisi sarat .
  6. Setelah terisi, ikat kantong plastik dengan rapat, dan pindahkan ke kawasan yang sejuk. Biarkan hingga 5 atau 6 hari. Dalam tahapan ini, campuran dedak akan berubah menjadi cairan yang berfermentasi.
  7. Jauhkan kantong plastik dari hewan pengganggu dengan memperlihatkan tutup atau kawat di sekitarnya. Karena amis bacin yang berasal dari campuran materi tadi mampu mengundang kucing.
  8. Setelah kurang lebih 5 atau 6 hari, tuangkan adonan dedak ke dalam ember dan tutup memakai daun pisang, kertas minyak, atau plastik.
  9. Selanjutnya, simpan baskom ke dalam kandang yang dekat dengan media penetasan telur.
  10. Jika sudah 2 sampai 3 hari, lalat BS akan berdatangan dan mulai bertelur di sekitar baskom dan media penetasan magot.
  11. Jika telur sudah menetas, tunggu hingga 1 ahad hingga larva BSF benar-benar terbentuk.




5. Pemberian Pakan untuk Magot





Agar magot mampu berkembang dengan baik dengan hasil panen yang melimpah, Anda bisa menaruh sampah organik di erat kandangnya. Atau berikan labu siam sebanyak 4 kali dalam sehari.





Perlu dimengerti juga, kemampuan magot BSF dalam mengkonsumsi limbah organik ini terbilang sungguh menawan . Biasanya sejumlah 15 ribu larva BF mampu menghabiskan sekitar 2 kg makanan atau limbah organik cuma dalam waktu 24 jam.





(Sumber: Blogpictures.99.co)




6. Tahap Panen





Dalam budidaya magot, waktu terbaik untuk melaksanakan panen adalah 2 sampai 3 ahad setelah telur menetas. Supaya lalat BSF terus berdatangan, maka taburkan dedak fermentasi di sekeliling media penetasan telur dan baskom seminggu sekali. Dengan melaksanakan ini, bisnis magot pun akan terus berlangsung. Karena produksi telur BSF mampu terus terjadi dari datangnya lalat BSF ke sangkar.





Umumnya seekor lalat BSF akan menghasilkan telur 1500 butir. Makara, hanya diperlukan sekitar 10 ekor lalat super betina untuk menciptakan 15 ribu larva magot BSF untuk mengurangi sampah organik setiap harinya.





Untuk harga magot per kilogramnya dijual Rp 5.000. Dan berdasarkan usahawan budidaya magot yang telah sukses, bisnis ini mampu menciptakan duit sekitar Rp 500.000 per hari lho!





Demikian sistem budidaya larva BSF. Bagaimana, sangat gampang bukan? Jika Anda kepincut mengembangkan bisnis magot, maka persiapkan dari sekarang juga sebelum Anda keduluan orang lain. Selain bermanfaat untuk bisnis, ternyata magot juga bisa memperbaiki lingkungan juga. Karena bisa menekan jumlah limbah organik yang sudah lama menjadi permasalahan penduduk dan pemerintah Indonesia.





Baca Juga: Cara Ternak Burung Cililin yang Benar Cepat Gacor dan Rajin Berkicau





Jangan lupa untuk ikuti kemajuan situs web kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panduan Lengkap Cara Mengatasi Mencret Orang Dewasa

Cara Menurunkan Berat Badan Ala Dr. Oz Indonesia

Experience Unmatched Quality and Innovation with Mcair Aviation