7 Cara Menanam Buncis Di Rumah Untuk Pemula Yang Mudah


Phaseolus Vulgaris atau yang dekat disebut sebagai buncis merupakan salah satu jenis sayuran yang tergolong dalam kelompok leguminosa. Di Indonesia, terdapat 2 cara menanam buncis dalam prosedur budidaya. Yakni dengan penanaman secara tegak dan merambat. Diketahui, tumbuhan buncis yang merambat mampu mempunyai ketinggian hingga 2 meter. Sementara flora buncis yang ditanam tegak tinggi cuma mampu mencapai ketinggian sekitar 60 cm saja.





Panduan Cara Menanam Buncis










Berikut merupakan langkah-langkah membudidayakan tumbuhan buncis yang perlu dimengerti oleh para petani pemula.





1. Persiapan Bibit Buncis





Persiapan Bibit Buncis
(Sumber: Bibitbunga.com)




Bibit buncis yang unggul akan menghasilkan tanaman buncis dengan mutu yang bagus. Sebagaimana disinggung sebelumnya, buncis dibedakan menjadi 2 varietas. Yaitu buncis yang tumbuh tegak dan merambat. Pilihlah salah satu varietas buncis yang tepat dengan anggaran dan luas lahan yang dimiliki.





Nah, guna menemukan bibit buncis unggulan, beberapa trik berikut mungkin bisa petani aplikasikan.





  • Pilihlah buncis dari flora induk yang sehat.
  • Petiklah buah buncis dengan ukuran optimal.
  • Pisahkan buncis yang sehat dengan buncis cacat/tidak tepat.
  • Pilihlah buah buncis yang memiliki besar serupa/seragam.
  • Jemur buah buncis selama 1-2 hari di bawah terik matahari.
  • Kupas bab kulit buah yang masih melekat/melapisi bagian bijinya.
  • Ambil biji buncis untuk dijadikan sebagai benih.
  • Simpan di dalam wadah kedap udara dan tutuplah menggunakan bubuk kayu.




Konon, bila langkah tersebut dijalankan dengan benar, benih buncis mampu bertahan lebih lama yakni sekitar 6 bulan atau lebih.





Namun jika ternyata petani belum memiliki tanaman induk yang bisa diambil benihnya, maka pembelian bibit dalam bungkus mampu dijadikan sebagai pilihan alternatif.





Baca Juga : Panduan Cara Budidaya Tanaman Buncis Termudah Bebas Hama





2. Persiapan Media Tanam





Secara garis besar, flora dapat berkembang dengan baik di area lahan dengan standar selaku berikut:





  • Memiliki intensitas cahaya matahari cukup antara 400-800 foot candles.
  • Bercurah hujan 1500-2500 mm/tahun.
  • Kelembaban udara sedang.
  • Suhu udara di sekeliling lahan berkisar antara 20-25 derajat celcius.
  • Memiliki keadaan tanah yang gembur, permeabilitas sedang, dan kaya akan komponen hara.
  • Mempunyai drainase yang layak.




Apabila standar di atas sukses dipenuhi, petani perlu melanjutkan proses pembuatan lahan, yakni dengan melakukan pembajakan tanah. Jika keadaan tanah cenderung asam, tambahkan sedikit taburan kapur.





Setelah itu, buat bedengan setinggi 20-30 cm dengan lebar 1 meter. Adapun jarak antar bedengan tersebut ialah 30-40 cm. Selanjutnya, buat lubang tanam pada bedengan dengan jarak antar baris sekitar 50-60 cm dan jarak di dalam barisnya ialah 30 cm.





Masukkan pupuk kompos atau pupuk sangkar ke dalam setiap lubang tanam. Dosis pupuk yang disarankan yaitu 20 ton pupuk kompos/kandang untuk setiap 1 hektar lahan. Diamkan lahan selama 1-3 hari sebelum proses penanaman buncis dilangsungkan.





Baca Juga : 9 Rahasia Sukses Cara Budidaya Gambas Otodidak untuk Pemula





3. Menanam Benih Buncis





Menanam Benih Buncis
(Sumber: Youtube.com)




Di bawah ini ialah panduan step by step penanaman bibit buncis ke media tanam.





  • Masukkan sebanyak 2 biji benih flora buncis ke dalam lubang tanam.
  • Timbun dengan tanah disekitar lubang tanam.
  • Padatkan permukaan tanah secara perlahan hingga rata.
  • Sirami dengan air seperlunya.




4. Perawatan Tanaman Buncis





Sejumlah perawatan yang diperlukan dalam budidaya flora buncis diantaranya penaikan permukaan tanah, pemupukan susulan, dan pemasangan lenjeran dari kayu/bambu. Pada dasarnya, tumbuhan buncis ialah tumbuhan yang bisa bertahan dalam keadaan kering, sehingga petani tidak perlu menyiramnya saban hari. Walaupun hujan hanya turun sekali dalam 1 ahad, flora buncis masih bisa meningkat dengan baik. Proses penyiraman cuma diharapkan saat kondisi kekeringan disekitar lahan pertanian telah sangat parah.





Sekitar 2 ahad sehabis hari penanaman, naikkan tanah disekitar tanaman buncis. Tindakan ini dikerjakan agar tanah menutupi akar buncis yang muncul ke permukaan sekaligus memperkuat kedudukan akar. Disamping itu, penaikan tanah dilangsungkan untuk menyiangi gulma disekitar tanaman induk.





Pemasangan lenjer atau pengajiran dapat dijalankan sesudah minggu ke-2 penanaman buncis berlalu. Pasanglah lenjer dengan jarak antar lenjernya sekitar 2 meter. Lalu, gabungkan setiap 4 lenjer dengan mengikatkan tali rafia di bab pangkal atasnya. Tujuan utama pengadaan lenjer adalah agar tanaman buncis mampu merambat naik dan bagian buahnya tidak mengenai tanah.





Sementara itu, pemupukan susulan bisa diberikan pada minggu ke-3. Tiap-tiap tumbuhan buncis harus diberikan pupuk kompos atau pupuk sangkar dengan takaran 1 kepal tangan orang cukup umur. Jika dikonversi dalam skala hektar, kebutuhan total pupuk susulan adalah 20 ton.





5. Pengendalian Hama dan Penyakit





Hama yang sering menyerang buncis yaitu kumbang pemotong daun yang mengobrak-abrik jaringan pengangkut. Singkatnya, kumbang ini akan menjadikan tanaman buncis menjadi kering dan gagal berbunga. Untuk menanggulanginya, semprot flora buncis dengan biopestisida dari ekstrak kipait dan buah gadung.





Akan namun, penanganan dengan pestisida hayati lazimnya tidak berlangsung lama. Oleh sebab itu, penanganan hama secara manual diklaim memberikan hasil yang lebih efektif. Dengan catatan, pengambilan kumbang secara manual masih memungkinkan untuk dilakukan. Umumnya, dalam setiap lahan berskala 100 m2, akan ada setidaknya 50-100 ekor kumbang.





Beberapa jenis hama lain yang juga kerap menyerang budidaya buncis adalah kutu daun, ulat grayak, lalat kacang, ulat bunga, dan penggerek biji. Pengendaliannya bisa dikerjakan dengan menerapkan kultur teknis mirip halnya penanaman serempak, rotasi tumbuhan, dan membersihkan serta memusnahkan sisa-sisa tanaman bekas persembunyian hama.





Selain hama, dilema dalam budidaya buncis timbul akibat kehadiran penyakit seperti layu bakteri, mosaik daun, antraknosa, penyakit sapi, dan embun tepung. Upaya pencegahan penyakit yang bisa dilakoni yaitu melaksanakan perbaikan drainase dan mencabut tumbuhan buncis yang layu atau mati. Atau mampu juga dengan melakukan rotasi tanaman dan penyemprotan pestisida hayati.





6. Pemasangan Tiang Rambat





Pengadaan tiang rambat cuma diperlukan jika petani menentukan untuk menanam varietas buncis dengan cara berkembang merambat. Fungsi tiang rambat adalah sebagai media flora buncis untuk merambat. Seperti yang kita ketahui, buncis mampu merambat hingga ketinggian 3 meter. Bila tidak dibantu tiang rambat, buah buncis akan menjuntai ke tanah dan kemajuan tumbuhan secara keseluruhan tidak optimal. Akan tetapi, bila petani memilih untuk menanam varietas buncis yang berkembang tegak, maka pemasangan tiang rambat tidak perlu dilaksanakan.





Baca Juga : 6 Rahasia Cara Budidaya Mentimun Cepat Panen dan Untung Besar





7. Panen





Panen
(Sumber: Abahtani.com)




Buncis telah mampu dipanen kala usianya meraih 50-60 hari semenjak penanaman benih. Di bawah ini ialah beberapa ciri tumbuhan buncis siap panen yakni:





  • Memiliki tekstur buah yang padat.
  • Buah sudah mencapai ukuran maksimum.
  • Sudah berkembang bunga.
  • Warna buncis sudah berganti jika ketimbang buncis muda.




Adapun tahapan pemanenan flora buncis adalah selaku berikut:





  • Potong buah buncis yang menggantung menggunakan gunting.
  • Pastikan bunga buncis tidak terjatuh.
  • Satukan buncis yang telah dipanen ke dalam satu wadah.
  • Masukkan ke dalam mesin pendingin atau simpan di daerah yang tidak terkena paparan sinar matahari eksklusif dan tidak lembab.




Ternyata, cara menanam buncis di lahan sempit cukup mudah untuk dikerjakan ya? Bahkan seorang petani pemula pun niscaya mampu sukses memperoleh panen berlimpah! Bagaimana? Tertarik untuk mencobanya?





Jangan lupa untuk ikuti perkembangan situs web kita dengan LIKE Facebook, Follow Twitter dan Instagram TrikMerawat.com. Jangan Lupa Juga Untuk Follow Instagram dan Subscribe Channel Youtube penulis.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panduan Lengkap Cara Mengatasi Mencret Orang Dewasa

Cara Menurunkan Berat Badan Ala Dr. Oz Indonesia

Experience Unmatched Quality and Innovation with Mcair Aviation